Kritikan Megawati Terkait Tata Kelola BUMN Saat Ini

Dalam pidatonya saat membuka Rapat Kerja Nasional I PDI Perjuangan di Hall D Jakarta International Expo Kemayoran, pada Minggu (10/1/2016), Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat mengkritik tentang tata kelola BUMN. Megawati mengatakan bahwa BUMN memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Jadi, kata Megawati, BUMN haruslah dikelola secara cermat agar memberikan dampak yang signifikan. Namun menurut Megawati, BUMN saat ini tak lagi mampu menjadi sokoguru perekonomian nasional. Saat ini BUMN hanya diperlakukan sebagai sebuah bisnis dan korporasi.

142403_257679_megawati

 

Banyak Politisi Menyetujui Kritikan Megawati

Kritikan Megawati terhadap keberadaan BUMN saat ini yang cenderung lebih berorientasi pada bisnis semata mendapat dukungan dari sejumlah tokoh politik, diantaranya politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka,  Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka menilai seyogyanya BUMN lebih mengutamakan kepentingan rakyat.

Bahkan Ketua DPP Partai Nasdem, Akbar Faisal menilai apa yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati tersebut, menunjukan adanya sesuatu yang serius dalam tata kelola BUMN.

Pernyataan Megawati tersebut memberikan sinyal politik perihal isu reshuffle yang tengah bergulir saat ini. Fahri Hamzah yang menyetujui pandangan Megawati tersebut pun malah menyudutkan kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno yang dinilainya harus lebih memprioritaskan kesejahteraan rakyat, dan bukan cenderung kepada kepentingan asing.

Media Massa Melihat Dari Lain Sisi

Namun di sisi lain, dalam tajuk beberapa media cetak pada hari Selasa (12/1/16) kemarin, Koran Sindo dan The Jakarta Post justru merasa heran dengan pandangan Megawati tersebut. Malahan kedua media cetak itu berpandangan sebaliknya. BUMN justru harus diperlakukan seperti swasta dengan profit oriented dan good corporate governance agar mampu memberi dividen dan pajak yang bagus untuk negara. Bahkan jika perlu dapat dilakukan listing di pasar saham agar kinerja BUMN lebih baik dan terpantau. Bukan malah menjadi sapi perah para politisi yang tidak bertanggung-jawab.

Netizen di Media Sosial Justru Antipati

Di media sosial, perbincangan tentang kritikan Megawati terhadap tata kelola BUMN tidak terlalu memperoleh atensi netizen. Namun demikian, kritikan Megawati yang terlihat ditujukan kepada Menteri BUMN Rini Soemarno, malah menuai antipati dari para netizen. Netizen justru menaruh simpati kepada Menteri BUMN Rini Soemarno. Seperti disampaikan akun HALIM JOU ‏@solor_ “@detikcom mudah-mudah pa @jokowi tetap pertahankan RIni sbg menteri BUMN. Kalau sampe diganti jgn dari kader partai”. Komentar akun ahwe ‏@onje8, “@okezonenews lebih baik..,mentri rini bagus kok”.

Bahkan ada netizen yang malah “menyerang balik” Megawati dengan menyoalkan mengenai penjualan Indosat pada era pemerintahan Megawati. Seperti disampaikan oleh akun bambang R ‏@BambangR4, “@detikcom saat jadi Presiden apa prestasi yang membanggakan? Indosat dijual dan ada kasus BLBI yang sampai saat ini masih penuh misteri. (*BF)

Lihat:

http://nasional.kompas.com/read/2016/01/10/13315811/Megawati.Kritik.Cara.Pengelolaan.BUMN

http://nasional.tempo.co/read/news/2016/01/10/078734674/megawati-sindir-peran-bumn

http://nasional.sindonews.com/read/1076501/12/kritik-megawati-soal-kementerian-bumn-disambut-positif-dpr-1452611581

http://nasional.tempo.co/read/news/2016/01/11/078735017/mega-sentil-bumn-kalla-setuju-tapi-belum-ingatkan-rini

http://www.aktual.com/nasdem-megawati-soroti-bumn-itu-sangat-serius/

http://news.okezone.com/read/2016/01/12/337/1286510/sentil-rini-soemarno-fahri-hamzah-puji-megawati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s