Perubahan Haluan, Penyeimbang Tetap Bertahan

Masuknya Partai Golkar ke pemerintahan masih mendapat sorotan berbagai pihak, baik publik maupun media massa. Topik yang disoroti yaitu bertambah gemuknya koalisi pemerintahan dan mengubah konstelasi politik di tanah air, yaitu bipolar politik antara partai koalisi pemerintah dan oposisi atau penyeimbang.

Meski koalisi gemuk pemerintah kemungkinan terjadi, namun Pramono Anung mengatakan bahwa Presiden Jokowi belum terlihat untuk menggemukkan kabinet. Hal itu berkaitan dengan isu mengenai adanya jatah menteri bagi Golkar dalam kabinet. Ditambah lagi sebelumnya PAN juga didesas-desuskan mendapat jatah kursi kabinet.

20151103080138-golkar1

Pergeseran Peta Politik Nasional

Gemuknya koalisi pemerintahan tersebut, seakan dapat menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, pemerintah akan bertambah kuat, namun dilain sisi dapat menimbulkan friksi yang lebih besar dalam internal pemerintah. Karena kekuatan politik di tanah air telah berubah, yang sebelumnya bipolar, yaitu antara koalisi pemerintah dengan oposisi. Kini dengan bertambah kuatnya pemerintah, maka konstelasi kekuatan politik berubah. Perubahan kekuatan itu dari sebelumnya berada diluar pemerintah, kini bergeser ke dalam internal pemerintah seiring bergabungnya Golkar.

Menanggapi bergabungnya Golkar, Partai Gerindra menghormati hal itu. Namun Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyayangkan dan tidak bisa menjamin keefektifan kontrol terhadap pemerintah. Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa menegaskan tak masalah Golkar mendukung pemerintahan. Menurut Desmon, meski sebagai oposisi bukan berarti Gerindra selalu bertentangan dengan pemerintah. Jika program-program Presiden Jokowi dinilainya pro rakyat, maka Gerindra akan mendukungnya.

Hingga saat ini, di KMP tersisa Gerindra dan PKS yang menegaskan tetap loyal dan akan menjalankan fungsinya sebagai penyeimbang pemerintah dan memerankan fungsi pemeriksa dan penyeimbang (check and balance).

Konsistensi PD Sebagai Penyeimbang

Sementara itu, PD yang selama ini konsisten sebagai partai penyeimbang, tak masalah dengan bergabungnya Golkar ke pemerintahan. Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Hermanto mengatakan bahwa hal itu sepenuhnya kewenangan Golkar. Hal itu bagian dari demokrasi. Sedangkan menurut politikus PD Dede Yusuf Macan Effendi, PD tidak latah untuk mengikuti Golkar. Dede yusuf menegaskan bahwa PD tetap menjadi partai penyeimbang. (*BF)

Sumber:

Kompas/28/1/16/Hlm.2: Regenerasi Kini Terbuka Lebar, Munas Luar Biasa Golkar Digelar April atau Mei

http://news.liputan6.com/read/2422506/bamsoet-ical-sudah-siapkan-kader-golkar-untuk-di-kabinet

http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/16/01/27/o1lhw722-gerindra-khawatir-pemerintah-semenamena

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/728644-istana-sambut-baik-dukungan-golkar

http://news.detik.com/berita/3128963/kmp-rontok-gerindra-parpol-yang-ke-pemerintah-akan-tumbang-di-2017?utm_source=news&utm_medium=Twitter_Detikcom&utm_campaign=CMS+Socmed

http://news.detik.com/berita/3128965/jokowi-belum-ingin-membuat-koalisi-jadi-gemuk?utm_source=news&utm_medium=Twitter_Detikcom&utm_campaign=CMS+Socmed

http://www.jpnn.com/read/2016/01/27/353153/Demokrat-Ogah-Komentar-soal-Golkar-Hengkang-ke-Jokowi-JK-

http://www.tribunnews.com/nasional/2016/01/27/demokrat-tak-latah-ikut-jejak-golkar-dukung-pemerintah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s