Sejarah Panjang Hari (Libur) Buruh di Indonesia

Di Indonesia, penetapan hari buruh (May Day) yang jatuh pada 1 Mei memiliki kisah panjang. Bahkan sempat mengalami perubahan beberapa kali. Hal itu terkait kondisi politik yang berkembang di masa itu. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, May Day diidentikkan dengan ideologi komunisme yang saat itu sangat dilarang keberadaannya. Karena itu, penetapan hari buruh internasional pada 1 Mei pada masa Orde Baru sempat ditiadakan.

Selama masa pemerintahan Orde Baru, buruh masih melakukan upaya pemogokan kerja, meski tak ada aksi unjuk rasa besar yang berarti seperti saat ini. Pada masa itu pula, tuntutan buruh akan upah layak, cuti haid, hingga upah lembur mulai digaungkan.

Hari-buruh

Era Reformasi

Aksi unjuk rasa ribuan buruh dan mahasiswa kembali dilakukan pada 1 Mei 2000. Ketika itu, para buruh menuntut agar 1 Mei kembali dijadikan hari buruh dan hari libur nasional. Unjuk rasa yang disertai dengan mogok kerja besar-besaran di sejumlah wilayah di Indonesia itu membuat gerah para pengusaha. Pasalnya, aksi mogok berlangsung hingga satu minggu.

Tidak ada perkembangan apapun soal tuntutan buruh agar 1 Mei dijadikan hari buruh dan hari libur nasional selama masa pemerintahan Gus Dur atau pun Megawati.

Memasuki masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), belum tampak tanda-tanda dikabulkannya tuntutan para buruh. Namun, pada masa ini tuntutan yang dilancarkan tidak lagi soal libur nasional, tetapi juga soal revisi UU Ketenagakerjaan hingga jaminan sosial yang kemudian membuahkan BPJS Kesehatan hingga BPJS Ketenegakerjaan.

Era SBY

Saat masih menjabat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku tidak sepakat dengan rencana buruh untuk melakukan aksi mogok nasional. Menurutnya, hal itu hanya akan merugikan perusahanan dan juga pekerja. Meskipun saat itu ia tak melarang adanya aksi, namun SBY meminta agar mogok nasional dan aksi demo besar-besaran dipikirkan kembali.

Sikap pemerintah saat itu untuk tidak menjadikan hari buruh sebagai hari libur nasional tidak berubah. Hingga akhirnya pada tahun 2013 SBY resmi menandatangani Peraturan Presiden yang menetapkan bahwa 1 Mei sebagai hari libur nasional bersamaan dengan perayaan hari buruh yang doperingati seluruh penduduk dunia.

“Hari ini, saya tetapkan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional dan dituangkan dalam Peraturan Presiden,” kicau Presiden melalui akun Twitter resminya, @SBYudhoyono, Senin (29 Juli 2013) malam.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyambut baik hal ini. Menurutnya, ini adalah kado dari Presiden untuk semua buruh di Indonesia. Secara terpisah, Juru Bicara Presiden saat itu Julian Aldrin Pasha mengatakan penetapan 1 Mei sebagai hari libur nasional merupakan kejutan dari Presiden untuk semua buruh.

Kepedulian SBY Pada Buruh

Setelah pada 2013 SBY menetapkan hari buruh sebagai hari libur yng sempat disampaikannya melalui akun media sosial. Tahun 2016 ini, SBY pun kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap buruh dan dunia usaha melalui akun media sosialnya. SBY menyampaikan kicauannya sebagai berikut:

  1. Buruh adalah tulang punggung & penggerak industri. Tanpa buruh, industri dan ekonomi lumpuh. *SBY*
  2. Bagi manajemen perusahaan, buruh adlh kawan seperjuangan, bukan ancaman. Jika manajemen & buruh bersatu, perusahaan maju. *SBY*
  3. Jika manajemen mencintai & perhatikan kesejahteraan buruh, & buruh disiplin, produktif & cintai perusahaannya, semuanya menang. *SBY*
  4. Para pemilik modal yg terlalu serakah & menumpuk kekayaan tanpa batas diatas penderitaan buruh & rakyat adalah kaum yg jahat. *SBY*
  5. Sebaliknya para demagog yg menghasut rakyat utk lakukan kekerasan & pemberontakan dgn “ideologi” pertentangan kelas sama jahatnya. *SBY*
  6. Jk ada perselisihan diantara perusahaan & buruh, selesaikan secara tepat, bijak & adil. Selalu ada solusi, tak perlu saling mengancam *SBY*
  7. Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2016. Sejahteralah kaum buruh & majulah industri di Indonesia. *SBY*

(*BF)

Sumber:

http://www.jpnn.com/read/2015/05/02/301445/SBY:-1-Mei-Saya-Tetapkan-Sebagai-Hari-Libur-Nasional

http://www.tribunnews.com/nasional/2016/05/01/sejarah-panjang-hari-buruh-sedunia-dan-di-indonesia

http://publicapos.com/read/1860/Kicau-Susilo-Bambang-Yudhoyono-Pada-Peringatan-Hari-Buruh