Prestasi Kesantunan Sang Anak Ingusan

Dalam suatu kesempatan, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, menilai majunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlalu cepat.

Saat dihubungi Kompas beberapa waktu lalu, Jumat (23/9/2016), Ikrar mengatakan “Agus masih sangat muda, tak punya pengalaman politik apa pun, dan tak juga punya pengalaman militer yang cukup tinggi diajukan jadi cagub DKI Jakarta,”.

Ikrar pun melanjutkan, “Buat saya ngaco saja sih. Dia mau jadi panutan, panutan apa anak masih ingusan gitu. Apa warga Jakarta memercayai pengelolaan Jakarta dengan seorang yang masih berpangkat mayor?“.

Pernyataan profesor dari LIPI tersebut pun mungkin tidak salah. Namun jika melihat figur dan raihan prestasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mestinya menjadi bahan pertimbangan Ikrar sebelum menyampaikan pernyataannya tersebut.

agus-harimurti-yudhoyono_20160927_133413

Agus, dalam perjalanan karier militer telah menuai ragam prestasi. Peraih lulusan terbaik di Akademi Militer tahun 2000 ini, telah memiliki banyak penghargaan maupun pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri.

Bahkan tidak hanya dalam operasi atau kesatuannya di militer, Agus juga telah memiliki prestasi di bidang ketatanegaraan dan pendidikan. Pada tahun 2008, Agus berkontribusi meralisasikan gagasan Presiden keenam RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rangka pendirian Universitas Pertahanan.

Bahkan tidak hanya soal prestasi, sosok Agus mirip dengan sang ayah Bapak SBY dalam hal kesantunan. Pribadi Agus yang sangat menghormati orang tua dan menyayangi keluarga menjadi bukti kesantunan beliau.

Bahkan tutur kata Agus pun halus dengan intonasi yang terkontrol membuat banyak orang lain terkagum. Maka tak heran jika dalam beberapa kesempatan Agus kerap menjadi pembicara baik dalam forum nasional maupun internasional.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai gaya komunikasi santun Agus sama dengan Bapak SBY. Hal senada juga disampaikan seorang pengusaha asal Madura, Abdul Hafid, yang menilai Agus memiliki kesantunan dalam berpolitik, dan juga pribadinya memiliki kepedulian dalam hal kemanusiaan. (*BF)

Sumber:

http://www.jpnn.com/read/2016/09/23/469436/Tentara-Ingusan-Kok-Mau-Memimpin-DKI…-

http://bangka.tribunnews.com/2016/09/23/ikrar-nusa-bhakti-ngaco-anak-ingusan-jadi-panutan-pimpin-warga-jakarta

http://www.jpnn.com/read/2016/09/23/469270/Mau-Tahu-Prestasi-Agus-Yudhoyono-Selama-di-TNI-Simak-di-Sini…-

http://nasional.kompas.com/read/2016/09/27/13244391/ketum.pan.nilai.bagus.jika.gaya.agus.yudhoyono.santun.seperti.sby

http://metro.sindonews.com/read/1143622/171/pengusaha-muda-ini-sebut-agus-yudhoyono-cerdas-dan-santun-1475243018

https://www.intelijen.co.id/karier-cemerlang-mayor-agus-yudhoyono/

http://www.portalpiyungan.com/2016/09/keren-abis-presentasi-agus-yudhoyono.html

Advertisements

Batik: Warisan Budaya Indonesia Yang Diakui Dunia

Batik, kain bercorak gambar dengan beragam warna merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Sekitar tujuh tahun lalu, tepatnya pada 2 Oktober 2009, Badan PBB untuk bidang kebudayaan, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan secara resmi Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) Indonesia.

Alasan UNESCO mengakui Batik dikarenakan UNESCO menilai jika Batik Indonesia memiliki banyak simbol yang berkaitan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam, dan sejarah itu sendiri. Batik adalah identitas bangsa Indonesia dan Batik dipercaya telah menjadi bagian penting setiap orang di Indonesia sejak lahir hingga meninggal.

Penetapan Hari Batik Nasional Oleh Presiden Keenam RI

260819_620

Atas pengakuan dunia melalui UNESCO itu, maka Pemerintah Indonesia saat itu menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Presiden RI saat itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadikan penetapan Hari Batik Nasional ini sebagai wujud rasa syukur dan mendorong untuk terus mengembangkan Batik nasional.

Bahkan sebagai bentuk pengembangan Batik, pada acara Internasional, seperti East Asia Summit Indonesia tahun 2011 di Nusa Dua dan acara Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada 2013, Bapak SBY mengajak para pemimpin dunia untuk mengenakan Batik pada acara itu. Hampir seluruh pemimpin negara yang hadir mengenakan Batik khas Indonesia, diantaranya Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan pemimpin-pemimpin lainnya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai warganegara Indonesia bangga dengan warisan budaya Batik yang telah diakui dunia. Dengan mengenakannya tidak hanya pada acara-acara formal atau tertentu saja, tetapi pula pada keseharian. Serta yang paling utama adalah menggunakan Batik produksi anak bangsa demi kesejahteraan bersama. (*BF)

Sumber:

https://www.selasar.com/gaya-hidup/mengenal-sejarah-hari-batik-nasional

http://www.bintang.com/lifestyle/read/2330884/hari-batik-nasional-6-tokoh-dunia-ini-ikut-banguga-mengenakannya

http://news.liputan6.com/read/2330816/hari-batik-nasional-saat-warisan-indonesia-diakui-dunia