Demokrat Bantu Korban Longsor Ponorogo

DPD Partai Demokrat (PD) Jawa Timur menyerahkan bantuan dana kepada korban longsor di Kabupaten Ponorogo senilai Rp 100 juta. Penyerahan ini dilakukan di gedung DPD PD Jatim, Sabtu (8/4/2017) malam kemarin.

Hasil gambar untuk partai demokrat jatim

Acara dihadiri  jajaran fungsionaris DPD PD Jatim, seperti Ketua DPD PD Jatim, Soekarwo, dan sekjen DPD PD Jatim Renville Antonio. Selain itu hadir pula jajaran DPP PD seperti anggota Dewan Pembina PD Pramono Edhie Wibowo beserta jajaran anggota DPR RI dari PD.

Sumbangan itu diserahkan langsung oleh Pramono Edhie Wibowo kepada Ketua DPC PD Ponorogo Miseri Efendi. Bantuan uang Rp 100 juta itu nantinya akan diserahkan kepada keluarga korban pasca evakuasi seluruh korban yang tertimbun tanah tuntas.

Dalam penjelasannya, Pakde Karwo, mengatakan bantuan yang diberikan PD sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Namun, Pakde Karwo meminta bantuan yang diberikan jangan melihat atribut partai. (*BF)

Sumber:

http://beritajatim.com/peristiwa/294678/ini_bantuan_demokrat_jatim_untuk_longsor_ponorogo.html Minggu, 09 April 2017  08:12:45 WIB

http://surabaya.tribunnews.com/2017/04/09/peduli-korban-longsor-ponorogo-yang-dilakukan-partai-demokrat-membuat-salut

http://www.lensaindonesia.com/2017/04/09/peduli-longsor-ponorogo-demokrat-jatim-sumbang-rp-100-juta.html

Keakraban Dahlan di Acara Penganugerahan

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin (29/3) menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional 2017 sekaligus HUT ke-71 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

20170330_102412-1

Dalam acara yang digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya Jawa Timur itu, Bapak SBY menerima penghargaan berupa Anugerah Prapanca Agung dari PWI Jawa Timur karena dinilai sebagai putra terbaik bangsa.

Di sela-sela acara itu, ada pandangan yang humanis. Kesan keakraban dan kekeluargaan dalam acara itu pun terlihat begitu terasa.

Seperti terlihat kala satu tokoh nasional lain yang hadir, mantan Menteri BUMN era pemerintahan Bapak SBY, Dahlan Iskan mencium tangan Ibu Ani Yudhoyono dengan penuh kehangatan. Layaknya adik mencium tangan kakaknya dengan penuh rasa hormat.

Pemandangan penuh keakraban dan kehangatan itu telah memberikan kesejukan. Apalagi dalam kondisi perpolitikan bangsa yang kerap bergejolak seperti saat ini. (*BF)

Sumber:

Warta Kota (30/3/17) Halaman 2

SBY: Kita Punya PR Mengembalikan Pers Sebagai Pilar Demokrasi

Hari ini (29/3) bertempat di Surabaya, Jawa Timur, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianugerahi penghargaan istimewa oleh PWI Jawa Timur.

Dalam penggalan pidatonya di acara Peringatan Hari Pers Nasional itu, Bapak SBY sempat mempertanyakan tiga hal besar soal kondisi dunia pers saat ini.

Screenshot_2017-03-29-15-26-00-1.png

“Pertama, ada tidak televisi, radio, koran, majalah, media online dan sosial yang diorganisasi, yang sangat berpihak dan menjadi corong pihak tertentu?”, tanya Bapak SBY pada para audiens untuk direnungkan.

“Kedua, ada tidak pengaruh pemilik modal, terhadap pemberitaan medianya, yang sangat publik merasakan sebagai sangat berpihak, bias, dan berat sebelah?”, lanjut Bapak SBY.

Dan terakhir pertanyaan besar Bapak SBY, “ketiga, ada tidak pengaruh kekuasaan yang juga membikin sebuah media jauh dari independensi, dan sebaliknya sangat berpihak  dan menjadi corong mereka yang mempunyai kekuasaan?”.

Menurut Bapak SBY, jika dari ketiga pertanyaan besar soal kondisi dunia pers itu benar adanya, maka bangsa Indonesia mempunya pekerjaan rumah yang besar untuk mengembalikan marwah dunia pers.

“Kalau jawabannya, ‘ya memang ada’, kita punya pekerjaan rumah yang sangat besar untuk mengembalikan marwah dunia pers dan media kita sebagai pilar demokrasi dan agen pembangunan bangsa”, demikian pesan Bapak SBY. (*BF)

Penghargaan Istimewa PWI Kepada Presiden ke-6 RI

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada Rabu (29/3/2017) ini menerima penghargaan Anugerah Prapanca Agung di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Screenshot_2017-03-29-14-25-18-1.png

Penghargaan itu diberikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Menurut Ketua PWI Jawa Timur, Akhmad Munir, penganugerahan tersebut diberikan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 sekaligus HUT ke-71 PWI Tingkat Jawa Timur.

Anugerah Prapanca Agung, menurut Munir, adalah penghargaan istimewa, karena baru dikeluarkan pertama kali oleh PWI Jawa Timur. “Kami menilai SBY adalah putera bangsa yang memiliki dedikasi dan peran luar biasa dalam membangun bangsa,” jelasnya.

PWI Jawa Timur setiap tahun memberikan penghargaan berupa PWI Jatim Award kepada para tokoh nasional asal Jawa Timur. Penghargaan diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki prestasi terbaik di bidangnya.

sumber:

http://regional.kompas.com/read/2017/03/29/10484291/sby.dapat.penghargaan.istimewa.dari.pwi.jatim

Diadopsi Program Unggulan, Membuktikan AHY Memiliki Visi Menyejahterakan

Dinamika politik pilkada DKI terus memanas. Setelah banyak klaim deklarasi dukungan dari simpul-simpul relawan yang mengaku pendukung AHY. Kini paslon nomor 3, Anies-Sandi kembali berupaya menggaet pemilih dengan “mengadopsi” program Agus-Sylvi; 1 M/1 RW. Meski untuk besaran dana yang digulirkan kepada tiap RW tidaklah sama (detik.com).

589e7a6ea4368-keakraban-paslon-usai-debat-berakhir_663_382

Sebelum “resmi” mengadopsi program andalan AHY tersebut, dalam suatu kesempatan didepan relawan yang mengaku pendukung AHY, Sandiaga Uno mengakui tertarik dengan program bantuan dana bergulir AHY. Bahkan Sandi berencana memasukkan program tersebut dalam rangkaian program OK OCE (tribunnews.com).

Langkah adopsi program itu terlihat sebagai bagian dari strategi Anies-Sandi menggaet dukungan. Sebetulnya, indikasi pengadopsian program AHY itu telah terlihat kala pemaparan Anies-Sandi dalam acara debat kandidat ketiga pada putaran pertama. Saat itu, Anies-Sandi sempat “menyindir” bahwa pihaknya akan memberdayakan ‘RW Siaga’ dengan menganggarkan dana Rp 1 Miliar hingga Rp 3 miliar (tribunnews.com/10/2/17).     

Terlepas dari upaya itu sebagai bagian strategi kampanye mereka, di media sosial “pengadopsian program” yang dilakukan Anies-Sandi tersebut telah menjadi bahan perundungan. Salah-satunya akun pendukung Ahok, @GunRomli yang menyindir Anies-Sandi dengan berkomentar;

“Dulu Anies nyinyirin Agus soal RW 1 M, skrng malah nambahin jd 3 M, janji bagi2 duit saking kebelet 😁🙈(twitter.com).

Selain itu akun lainnya, @patoseven29 pun ikut menghujat Anies-Sandi;

“@sandiuno @JktMajuBersama @aniesbaswedan ah kau. cm bs jelek2 in personal..program aja gak msuk akal, adopsi dr paslon1 lg.# dp 0%&3milyar” (twitter.com).

Namun demikian, terlepas dari benar-salah pengadopsian program itu. Kubu AHY tidak menyoalkan programnya di adopsi. Hal itu terbukti jika program AHY yang selama putaran pertama kerap dirundungkan, ternyata kini malah direbutkan. (*BF)

Kebesaran Jiwa Sang Pemimpin Muda

Minggu (16/10/16) kemarin, kembali digelar acara dukungan terhadap pasangan Agus-Sylvi untuk pilgub DKI Jakarta 2017. Acara itu merupakan deklarasi kelompok relawan Barisan Teman Agus Sylvi (BATAS), yang dilaksanakan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun hadir dalam acara deklarasi tersebut.

7bc813602011d9a1ba3b3375b2724526

Dalam sambutannya, Agus menanggapi ucapan Lieus Sungkharisma, salah satu pendukung yang sempat mengungkapkan penilaiannya terhadap figur petahana Ahok yang dinilainya telah bersikap jahat. Menanggapi pandangan Lieus itu, Agus malah menyarankan agar para relawan lebih bekerja keras dalam pilkada dan tidak mencari kesalahan ataupun keburukan pasangan calon lain.

Agus pun menyampaikan hendaknya seluruh pihak saat ini fokus membangun DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan dan tidak perlu lagi meributkan kesalahan orang. Bahkan menurut Agus, saat ini ada beragam masalah yang harus dibenahi ataupun diatasi di Jakarta seperti bahaya narkoba, korupsi, kemiskinan, dan kebodohan.

Sikap Agus yang menghimbau para pendukungnya untuk tidak menjelek-jelekan pasangan calon lain ini merupakan sikap kebesaran jiwa beliau. Kendati usia dan pengalaman dalam karir sipilnya minim, namun Agus telah siap dan matang secara mental dalam memimpin. Hal ini tak lain dari perjalanan karir keprajuritannya yang cukup panjang sehingga menempa dirinya menjadi figur perwira dan pemimpin muda yang kuat, tegas, dan berwibawa. (*BF)

Sumber:

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/10/16/ahok-disebut-berhati-jahat-agus-yudhoyono-tidak-perlu-cari-kesalahan-dan-kekurangan-orang-lain

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/10/16/agus-yudhoyono-hentikan-bicara-kesalahan-orang-lain

https://metro.tempo.co/read/news/2016/10/16/083812634/agus-yudhoyono-ikut-pilkada-merupakan-panggilan-sejarah

Mendengar dan Akrab Dengan Rakyat

Hari Selasa (11/10/16) kemarin, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditemani sang istri, Annisa Larasati Pohan, melakukan kunjungan ke kawasan Koja, Jakarta Utara. Agus mengunjungi dan berkeliling Rusunawa Sindang sekaligus menyapa dan berdialog dengan warga setempat.

0719326img-3809780x390

Dalam kesempatan berdialog dengan warga, Agus menyerap aspirasi. Banyak dari warga rusun yang berkeberatan dengan uang sewa. Agus pun menampung aspirasi tersebut dan akan mempelajarinya.

Selain itu, Agus melihat masih minimnya fasilitas ibadah dan fasilitas lainnya. Oleh karena itu Agus mengatakan bahwa kelak jika menjadi Gubernur DKI Jakarta, Agus akan merevitalisasi rusunawa dan membangun tempat ibadah.

Selain mengenai kondisi rusunawa, Agus pun berdilog soal program-program Pemprov DKI Jakarta saat ini. Agus mengatakan bahwa dirinya tidak akan menghapus program-program yang telah berjalan dengan baik, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP). Menurut Agus, jika program itu berpihak pada rakyat, maka dirinya akan melanjutkan.

Dalam kunjungannya ke kawasan Koja tersebut, tampak Agus dan istrinya Annisa begitu akrab dengan warga. Sehingga terlihat tidak ada sekat diantara sang pemimpin dengan dengan rakyat.

Bahkan dalam kunjungan itu, warga tak segan meminta berfoto bersama. Dan ada kejadian mengharukan lainnya, ketika seorang ibu meminta agar Agus dan Annisa menggendong anak bayinya. Sontak, Annisa pun mengiyakan permintaan itu dan dengan hangatnya menggendong bayi tersebut. “Ini biar anaknya ketularan biar jadi artis,” seloroh ibu-ibu yang diikuti tawa Annisa dan Agus. (*BF)

Sumber:

http://news.detik.com/berita/d-3317945/kemesraan-agus-yudhoyono-dan-annisa-pohan-saat-sapa-warga-koja

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/12/08303251/annisa.pohan.yang.jadi.pusat.perhatian.saat.kunjungan.agus.yudhoyono.

 

Sikap Ksatria Sang Demokrat Muda

Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan konsisten dengan keputusannya mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dalam pilkada DKI Jakarta 2017. Sikap Ruhut ini pun berbeda dengan sikap partainya yang mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Syilviana Murni sebagai cagub dan cawagub DKI Jakarta.

1604524cekkesehatan20780x390

Dalam pernyataannya saat dihubungi kompas.com, Jumat (23/9/2016), Ruhut mengatakan, “Kalau Demokrat enggak suka aku, silahkan pecat aku”. Demikian pula saat dikonfirmasi oleh tribunnews.com, Jumat (23/9/2016), Ruhut menyampaikan, “Aku tetap ahok. Aku selalu pegang tangan tuhanku. Hidup ini hitam putih enggak pernah abu-abu makanya dihormati orang. Agus itu adik aku, jangan karena ambisi politik, seorang calon leader di TNI dikorbankan,”.

“Walaupun kadang-kadang aku takut kalau dia enggak menang, kasihan. Umurnya masih kepala tiga, tahunya harus pensiun, ngeri sekali”, demikian Ruhut menambahkan.

Disisi lain, menanggapi pernyataan Ruhut tersebut, alih-alih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merasa geram atau terpancing emosinya. Agus malah bersikap sebaliknya, dingin menanggapi Ruhut. Agus malah menghargai perbedaan sikap Ruhut Sitompul secara terang-terangan tersebut.

Saat dijumpai pada acara “Tjanting Fun Day”, Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Minggu pagi (2/10), Agus mengatakan, Semua orang pasti punya pandangan, ini demokrasi, ya kita hargai lah,”.

Sikap menghargai perbedaan dan menjunjung nilai persaudaraan yang ditunjukkan oleh Agus ini menjadi bukti sikap ksatria beliau yang telah dimilikinya sejak kecil dan ditempanya hingga dewasa. Dan dalam era demokratis ini yang menjadikan Agus memiliki nilai lebih atas sikapnya tersebut. (*BF)

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/09/23/11343021/tetap.dukung.ahok.ruhut.siap.dipecat.demokrat

http://jabar.tribunnews.com/2016/09/23/tetap-sepenuh-hati-dukung-ahok-ruhut-sitompul-agus-itu-adik-aku

http://news.detik.com/berita/d-3305226/ruhut-aku-takut-agus-yudhoyono-enggak-menang-ngeri-sekali

http://www.cnnindonesia.com/politik/20161002084137-32-162662/agus-yudhoyono-hargai-perbedaan-sikap-ruhut-hayono/

http://news.okezone.com/read/2016/10/02/338/1504007/agus-yudhoyono-hargai-sikap-ruhut-dan-hayono-isman

Prestasi Kesantunan Sang Anak Ingusan

Dalam suatu kesempatan, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, menilai majunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlalu cepat.

Saat dihubungi Kompas beberapa waktu lalu, Jumat (23/9/2016), Ikrar mengatakan “Agus masih sangat muda, tak punya pengalaman politik apa pun, dan tak juga punya pengalaman militer yang cukup tinggi diajukan jadi cagub DKI Jakarta,”.

Ikrar pun melanjutkan, “Buat saya ngaco saja sih. Dia mau jadi panutan, panutan apa anak masih ingusan gitu. Apa warga Jakarta memercayai pengelolaan Jakarta dengan seorang yang masih berpangkat mayor?“.

Pernyataan profesor dari LIPI tersebut pun mungkin tidak salah. Namun jika melihat figur dan raihan prestasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mestinya menjadi bahan pertimbangan Ikrar sebelum menyampaikan pernyataannya tersebut.

agus-harimurti-yudhoyono_20160927_133413

Agus, dalam perjalanan karier militer telah menuai ragam prestasi. Peraih lulusan terbaik di Akademi Militer tahun 2000 ini, telah memiliki banyak penghargaan maupun pengalaman baik di dalam maupun di luar negeri.

Bahkan tidak hanya dalam operasi atau kesatuannya di militer, Agus juga telah memiliki prestasi di bidang ketatanegaraan dan pendidikan. Pada tahun 2008, Agus berkontribusi meralisasikan gagasan Presiden keenam RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rangka pendirian Universitas Pertahanan.

Bahkan tidak hanya soal prestasi, sosok Agus mirip dengan sang ayah Bapak SBY dalam hal kesantunan. Pribadi Agus yang sangat menghormati orang tua dan menyayangi keluarga menjadi bukti kesantunan beliau.

Bahkan tutur kata Agus pun halus dengan intonasi yang terkontrol membuat banyak orang lain terkagum. Maka tak heran jika dalam beberapa kesempatan Agus kerap menjadi pembicara baik dalam forum nasional maupun internasional.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menilai gaya komunikasi santun Agus sama dengan Bapak SBY. Hal senada juga disampaikan seorang pengusaha asal Madura, Abdul Hafid, yang menilai Agus memiliki kesantunan dalam berpolitik, dan juga pribadinya memiliki kepedulian dalam hal kemanusiaan. (*BF)

Sumber:

http://www.jpnn.com/read/2016/09/23/469436/Tentara-Ingusan-Kok-Mau-Memimpin-DKI…-

http://bangka.tribunnews.com/2016/09/23/ikrar-nusa-bhakti-ngaco-anak-ingusan-jadi-panutan-pimpin-warga-jakarta

http://www.jpnn.com/read/2016/09/23/469270/Mau-Tahu-Prestasi-Agus-Yudhoyono-Selama-di-TNI-Simak-di-Sini…-

http://nasional.kompas.com/read/2016/09/27/13244391/ketum.pan.nilai.bagus.jika.gaya.agus.yudhoyono.santun.seperti.sby

http://metro.sindonews.com/read/1143622/171/pengusaha-muda-ini-sebut-agus-yudhoyono-cerdas-dan-santun-1475243018

https://www.intelijen.co.id/karier-cemerlang-mayor-agus-yudhoyono/

http://www.portalpiyungan.com/2016/09/keren-abis-presentasi-agus-yudhoyono.html

Pemimpin Muda Harapan Baru Jakarta #AGUSForJakarta1

Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kian dikenal masyarakat luas. Hal itu tak lain dikarenakan Agus, sapaan Agus Harimurti Yudhoyono putra Presiden RI keenam Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017.

14446202_126138907846145_8128993457134978232_n

Beragam pandangan masyarakat pun bermunculan dengan majunya Agus dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Pandangan positif dari banyak masyarakat mengalir. Karena menilai mantan Komandan Bataliyon Infanteri Mekanis 203 Arya Kamuning ini dipandang sebagai perwira menengah yang sarat prestasi.

Namun ada pula sebagian masyarakat yang berpandangan negatif karena menilai Agus tidak berpengalaman sebagai pemimpin daerah. Namun sekali lagi pandangan miring itu hanyalah sikap ketidak-sukaan terhadap munculnya pemimpin muda penuh talenta yang akan membawa perubahan baru.

Di media sosial Twitter siang ini, dukungan terhadap Agus mengalir deras. Bahkan muncul tanda pagar #AGUSForJakarta1 yang memuncaki trending topic Twitter Indonesia pada siang ini.

Beragam dukungan pun disuarakan oleh para netizen. Akun Ayyuuu (‏@nurayungts) berpandangan, “biasanya kalo pemimpin dari kalangan militer itu bagus karna udh punya jiwa pemimpin, semoga mas Agus jd yg trbaik yak #AGUSForJakarta1”.

Akun SASA ‏(@SafitrySasa) berpandangan, “Pintarnya mas agus, cerdasnya mas agus yaaa jgn diragukan, lihat segi pendidikan nya. Klo masalah ganteng mah Bonus! #AGUSForJakarta1”. Dan akun Devi Rahmawati ‏(@Drdevirahmawati) pun berpesan, “Jadilah pemimpin yang mau mendengarkan masukan dari siapapun. #AGUSForJakarta1”.

Massifnya dukungan masyarakat (netizen) ini menandakan bahwa kehadiran Agus laksana mentari yang memberi harapan baru terhadap perbaikan negeri. *BF

Lihat:

https://twitter.com/nurayungts/status/783897910006026240

https://twitter.com/DRdevirahmawati/status/783891751782064128

https://twitter.com/SafitrySasa/status/783890871540342784